Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


MEDAN | PublikMetro.com || Sebagai upaya untuk memajukan sekaligus meningkatkan  sektor pendidikan di Kota sekaligus merealisasikan janji kampanyenya, Wali Kota Medan Bobby Nasution  membuka program beasiswa di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan. Tercatat, ada sebanyak 300 kuota beasiswa yang disediakan orang nomor satu di Pemko Medan ini bagi  pelajar Kota Medan yang ingin melanjutkan pendidikan hingga ke bangku perkuliahan.



Beasiswa ini diperuntukkan bagi pelajar yang memiliki KTP Kota Medan. Selain itu, beasiswa juga diprioritaskan bagi pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat. Selanjutnya, pemberian beasiswa ini diprioritaskan untuk pelajar yang menjadi yatim/piatu akibat orangtua yang meninggal karena Covid-19.



Ada sejumlah program studi yang dapat menjadi pilihan bagi penerima beasiswa yakni program studi keperawatan dan kebidanan, keguruan dan ilmu pendidikan serta teknologi dan ilmu komputer. Lalu, agro teknologi, kesehatan masyarakat , ekonomi dan hukum. Pendaftaran pun sudah dimulai sejak 26- 31 Oktober dan formulir pendaftarannya dapat diambil di Kantor Kecamatan sesuai domisili.


Pemberian beasiswa ini menjadi bentuk kontribusi Bobby Nasution terhadap dunia pendidikan di Kota Medan. Dengan harapan, para pelajar terutama bagi warga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi sebagai modal dalam menyongsong masa depannya.


"Bagi penerima beasiswa, kami berharap seluruhnya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan tekun. Apalagi, fasilitas yang tersedia sangat mendukung dalam kelancaran proses belajar mengajar. Selain itu, kiranya pendidikan di tingkat perkuliahan mampu mengubah pola pikir dan karakter diri menjadi lebih dan semakin baik lagi," kata Bobby Nasution belum lama ini.



Program beasiswa dari Bobby Nasution mendapat apresiasi dari akademisi sekaligus guru besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom. Sebab, ungkap Syawal, program tersebut sangat dinanti-nantikan di dunia pendidikan. Apalagi program tersebut  ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.



"Nah (beasiswa) ini adalah cara yang paling mudah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.  Apalagi  diperuntukkan bagi 300 orang dan diutamakan yang tidak mampu, karena banyak anak yang tidak mampu tapi berprestasi. Jadi, intinya, ini adalah kebijakan yang sangat bijak," bilang Syawal.


Selanjutnya, Syawal juga mengaku, program beasiswa yang juga ditujukan bagi pelajar yang menjadi yatim/piatu karena orangtuanya yang meninggal akibat Covid-19 juga jadi satu poin penting. Sebab, bisa saja ketika orangtua meninggal dunia, pelajar menjadi putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan karena ketiadaan biaya.



"Jadi, kami berharap apa yang sudah dilakukan dapat dipertahankan, bahkan kalau bisa ditambah. Namun, untuk saat ini dipertahankan saja itu sudah sangat baik. Pasti banyak orang yang mendukung dan mendoakan agar Pak Wali selalu diberikan kesehatan. Bisa kita bayangkan, anak-anak yang mendapat beasiswa kemudian bisa bekerja dengan baik, pasti mereka akan mengingatnya," ujar mantan Rektor Unimed tersebut.(rud)